MENCIPTAKAN KETERAMPILAN BERUSAHA DITENGAH PANDEMI COVID 19
MENCIPTAKAN KETERAMPILAN BERUSAHA
DITENGAH PANDEMI COVID 19
Ikrimatul Khusna
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan
ABSTRAK
Pandemi
covid 19 tengah melanda Indonesia. Dengan adanya pandemi covid 19 banyak
masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan sebagain dari mereka dianjurkan untuk
bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Untuk menyikapi hal ini
perlu adanya kesadaran dari masyarakat agar tetap produktif dengan menjalakan
berbagai kegiatan yang bisa dilakukan dari rumah, seperti berbisnis online,
membuat masker kain dan berbagai pekerjaan yang mengutaman keterampilan.
Disamping mendapatkan penghasilan, mereka juga dapat mengembangkan keterampilan
yang mereka miliki, serta memenuhi kebutuhan yang diperlukan masyarakat.
Kata kunci: Work From Home, bisnis online, keterampilan
A. PENDAHULUAN
Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan
seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari,
menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan
meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik
dan/atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Menurut Zimmerer (dalam
Rusdiana)[1] Kewirausahaan adalah proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam
memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha. Seorang
wirausahawan harus memiliki ide-ide baru yang dihasilkan dari suatu kreativitas.
Kreativitas inilah yang akan membawa wirausahawan untuk berinovasi terhadap
usahanya.[2]
Kreativitas merupakan inisiatif terhadap suatu produk atau proses
yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadap suatu tugas yang lebih
bersifat heuristic yaitu sesuatu yang merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan
yang tidak lengkap yang akan menuntun kita untuk mengerti, mempelajari, atau
menemukan sesuatu yang baru. Atribut orang yang kreatif diantaranya : terbuka
terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu dengan cara yang tidak
biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan,
toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil
keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi,
percaya diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil
resiko yang diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan,
lancar-kemampuan untuk men-generik ide-ide yang banyak, fleksibel keaslian, responsif
terhadap perasaan, terbuka terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas
dari rasa takut gagal, berpikir dalam imajinasi, selektif. [3]
A. Roe dalam Frinces (dalam
Ernani Hadiyati) [4]
menyatakan bahwa syarat-syarat orang yang kreatif yaitu:
1. Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience)
2. Pengamatan melihat dengan cara yang biasa dilakukan (observanvce
seeing things in unusual ways).
3. Keinginan (curiosity) Toleransi terhadap ambiguitas (tolerance
of apporites)
4. Kemandirian dalam penilaian, pikiran dan tindakan (independence
in judgement, thought and action)
5. Memerlukan dan menerima otonomi (needing and assuming autonomy)
6. Kepercayaan terhadap diri sendiri (self-reliance)
7. Tidak sedang tunduk pada pengawasan kelompok (not being subject
to group standart and control).
8. Ketersediaan untuk mengambil resiko yang diperhitungakan (willing
to take calculated risks).
B. HASIL DAN ANALISIS
Kewirausahaan
Dari segi etimologi, kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha.
Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur,
gagah berani, dan berwatak agung. Adapun usaha berarti perbuatan amal,
bekerja, berbuat sesuatu Dengan demikian, wirausaha adalah pejuang atau
pahlawan yang berbuat sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha
adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara
produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur
permodalan operasinya, serta memasarkannya.[5]
Suryana (dalam Sukirman)[6]
menyatakan bahwa Kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang
dijadikan dasar, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Proses
kreatif hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kepribadian kreatif dan
inovatif, yaitu orang yang memiliki jiwa, sikap, dan perilaku
kewirausahaan, dengan ciri-ciri: penuh percaya diri, indikatornya adalah penuh
keyakinan, optimis, berkomitmen, disiplin, bertanggung jawab; memiliki inisiatif,
indikatornya adalah penuh energi, cekatan dalam bertindak, dan aktif; memiliki motif
berprestasi, indikatornya terdiri atas orientasi pada hasil dan wawasan ke depan;
memiliki jiwa kepemimpinan, indikatornya adalah berani tampil beda, dapat dipercaya, dan tangguh dalam bertindak; berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan.
kewirausahaan, dengan ciri-ciri: penuh percaya diri, indikatornya adalah penuh
keyakinan, optimis, berkomitmen, disiplin, bertanggung jawab; memiliki inisiatif,
indikatornya adalah penuh energi, cekatan dalam bertindak, dan aktif; memiliki motif
berprestasi, indikatornya terdiri atas orientasi pada hasil dan wawasan ke depan;
memiliki jiwa kepemimpinan, indikatornya adalah berani tampil beda, dapat dipercaya, dan tangguh dalam bertindak; berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan.
Thomas W. Zimmerer (dalam Rintan Saragih)[7]
mengungkapkan bahwa kewirausahaan merupakan proses penerapan kreativitas dan
inovasi untuk memecahkan masalah dan mencari peluang yang dihadapi setiap orang
dalam kehidupan sehari-hari. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan
tindakan inovatif demi terciptanya peluang.
Menurut Guido Corbetta (dalam Sunan Purwa Aji dkk)[8]
kewirausahaan adalah tentang mengantisipasi pasar dengan tepat. Jika pengusaha
berhasil dalam mengantisipasi pasar, dia akan dapat menghasilkan produk lebih
murah dari pada pesaing dan mendapatkan keuntungan dengan menjadi berguna dan
bermanfaat bagi pelanggan, maka semakin banyak keuntungan yang akan didapat.
Kewirausahaan terutama ditandai oleh ketidakpastian, situasi yang tidak
terkendali dan tidak dapat dinilai dalam hal probabilitas. Keuntungan yang
diperoleh pengusaha adalah imbalan atas pengambilan risikonya dalam kondisi
ketidakpastian. Kewirausahaan adalah kekuatan untuk berinovasi, kohesif, dan
berimbang yang dampaknya ekonomi pasar dapat terus berjalan.
Meridith, Nelson dan Neek (dalam Riane Johnly Pio)[9] Wirausaha
itu merupakan individu-individu yang berorientasi pada tindakan, dan
bermotivasi tinggi yang mengambil resiko dalam mengejar tujuannya. Ciri-ciri
mereka adalah: 1) Percaya diri; 2) Berorientasi tugas dan hasil; 3) Pengambil
resiko; 4) Kepemimpinan yang kuat; 5) Keorisinilan; 6) Berorientasi ke masa
depan. Di dalam masyarakat terdapat berbagai macam karakter individu, dan tidak
dapat dipungkiri di antara individu-individu yang ada di masyarakat memiliki
ciri-ciri wirausaha seperti inovatif, berani mengambil resiko dan proaktif.
Menurut Siswoyo (dalam Sukirman)[10]
Pengembangan usaha kecil yang tangguh dan mandiri dengan tujuan mempermudah,
memperlancar dan memperluas akses usaha kecil kepada sumberdaya produktif agar
mampu memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensi terhadap sumberdaya
lokal serta menyesuaikan skala usaha sesuai dengan tuntutan efisiensi. Pengembangan
usaha kecil dibangun dengan melalui pengembangan pendukung jasa pengembangan
usaha yang terjangkau, semakin tersebar dan bermutu untuk meningkatkan akses
usaha kecil terhadap pasar, dan sumberdaya produktif. Akibatnya usaha kecil
lebih banyak muncul karena kemandirian dalam menjalankan usaha, walaupun masih
terjadi beberapa kegagalan karena belum memiliki kemampuan dalam menyelenggarakan
kegiatan bisnis. [11]
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat
mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk
mengadakan produk baru, mengatur per modalan operasinya, serta memasarkannya.[12] Secara umum, wirausaha
memiliki dua peran, yaitu penemu (inovator) dan perencana (planner)
Sebagai penemu, wirausaha menemukan dan menciptakan produk, teknologi dan cara,
ide-ide, dan organisasi usaha Adapun sebagai perencana, wirausaha berperan
merancang usaha, merencanakan strategi perusahaan, merencanakan ide-ide dan
peluang dalam perusahaan, serta menciptakan organisasi perusahaan baru.[13]
Keterampilan
Keterampilan berasal dari kata terampil yang berarti cakap, mampu,
dan cekatan. Menurut Iverson (dalam Sunan Purwa Aji dkk)[14]
mengatakan keterampilan membutuhkan pelatihan dan kemampuan dasar yang dimiliki
setiap orang dapat lebih membantu menghasikan sesuatu yang lebih bernilai
dengan lebih cepat.
Z. Heflin Frinces mengatakan (dalam Sunan Purwa Aji dkk) [15]
bahwa keterampilan usaha hal-hal yang berkaitan untuk menciptakan atau inovasi
bisnis, menumbuh kembangkan unit usaha yang sudah berjalan, dan melakukan
penyehatan untuk usaha yang mengalami krisis. Robbins (dalam Sunan Purwa Aji
dkk) [16]
berpendapat bahwa keterampilan dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:
1. Basic Literacy Skill, keahlian
dasar yang sudah pasti harus dimiliki oleh setiap orang seperti membaca,
menulis, berhitung serta mendengarkan.
2. Technical Skill, keahlian
secara teknis yang didapat melalui pembelajaran dalam bidang teknik seperti
mengoperasikan kompter dan alat digital lainnya.
3. Interpersonal Skill, keahlian
setiap orang dalam melakukan komunikasi satu sama lain seperti mendengarkan
seseorang, memberi pendapat dan bekerja secara tim.
4. Problem Solving, keahlian
seseorang dalam memecahkan masalah dengan menggunakan logika atau perasaanya.
Bisnis online
Bisnis
online merupakan bisnis dengan menggunakan media internet sebagai media
pemasaran suatu produk atau jasa. Produk yang dipasarkan berupa produk barang,
produ digital dan jasa. Contoh produk barang diantaranya pakaian, makanan ,
elektronik dan lain-lain. Sedangkan untuk produk digital adalah e-book, video,
audio dan software. Untuk jenis jasa dapat berupa desain grafis, jasa
pemasangan iklan, jasa penerjemah dan lain sebagainya.[17]
Darmawan (dalam Irawati)[18]
menyatakan bahwa bisnis online merupakan sebagai “sesuatu aktifitas bisnis yang
sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan melalui media internet” apapun
jenis bisnisnya mulai dari menjual hasil
bumi hingga mobil. Dengan kata lain meski kita hanya seorang marketing dari
sebuah perusahaan dan melakukan aktifitas marketing melalui media internet,
bisa disebut sebagai pelaku bisnis online. Bahkan, jika kita memiliki kemampuan
memasarkan di internet, sangat terbuka kesempatan luas untuk dapat membantu
memasarkan produk-produk orang lain baik perorangan maupun perusahaan-perusahaan
dengan pendapatan yang menggiurkan. [19]
Bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencari keuntungan
baik dalam jumlah beras maupun kecil. Bisnis juga diartikan sebagai suatu usaha
atau aktivitas/kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok maupun individual untuk
mendapatkan laba dengan cara memproduksi produk maupun jasanya untuk memenuhi
kebutuhan konsumen. Jadi kesimpulannya bisnis
Online adalah sebuah usaha untuk memutar uang demi mendapatkan keuntungan
melalui internet. Maka syarat utama untuk berbisnis online adalah koneksi
internet, dan modal adalah syarat nomor sekian. Artinya bisnis online tidak
membutuhkan modal yang besar kecuali perangkat internet sebagai pendukungnya. [20]
Usaha di tengah pandemi covid 19
Wabah Corona Virus Disease 2019 atau
biasa disebut dengan COVID-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada
akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar
ke hampir semua negara, termasuk Indonesia. Hal ini mengakibatkan
pemerintah memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
untuk menekan penyebaran virus ini. Selain itu pemerintah juga menganjurkan
semua aktivitas dilakukan dari rumah seperti bekerja, belajar dan beribadah.
Di indonesia sendiri banyak perusahaan
memberlakukan work from home kepada
sebagian karyawannya. Work from home adalah
suatu istilah bekerja dari jarak jauh, lebih tepatnya bekerja dari rumah. Jadi pekerja tidak perlu datang ke kantor
tatap muka dengan para pekerja lainnya. Dalam pelaksanaanya work fom home memiliki kekurangan dan
kelebihan yang dirasakan oleh perusahaan maupun karyawan. Kelebihannya adalah
lebih fleksibel, lebih dekat dengan keluarga, terhindar dari gangguan
lingkungan kerja dan produktifitas meningkat. Selain itu kekurangan dari work from home ini adalah sering
terjadinya miskomunikasi, sulit memonitoring pekerja dan masalah keamanan data. [21]
Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala
Besar (PSBB) di berbagai daerah membuat para pengusaha dan pedagang mengalami
penurunan penghasilan, bahkan sebagian dari mereka ada yang berhenti
mengoperasikan usahanya. Salah satu pengusaha yang paling merasakan dampaknya
adalah pengusaha konveksi. Banyak konveksi yang berhenti beroperasi karena
barang yang mereka produksi tidak dapat dipasarkan. Biasanya mereka memasarkan
ke berbagai kota seperti Jakarta, Solo, Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya.
Selain pengusaha konveksi, pedagang juga
ikut merasakan dampak PSBB dan work from home. Dengan adanya himbauan kerja
dari rumah dan belajar dari rumah membuat para pedagang tidak bisa berjualan di
sekolah maupun instansi yang biasa mereka
tempati. Para pedagang yang merantau memilih pulang ke kampung halaman
karena tidak mendapatkan penghasilan dan jika masih tetap di kota mereka takut
tidak dapat memenuhi kebutuhan. Belum lagi untuk membayar tempat sewa dan
kontrakan yang mereka tempati.
Dampak PSBB ini juga dirasakan para
karyawan, banyak dari mereka yang di PHK dan dirumahkan sementara sampai waktu
yang belum ditentukan. Berdasarkan data Kemenaker per 20 April 2020, terdapat
2.084.593 pekerja dari 116.370 perusahaan dirumahkan dan kena PHK akibat
terimbas pandemi corona ini. Adapun rinciannya, sektor formal 1.304.777 pekerja
dirumahkan dari 43.690 perusahaan. Sementara yang terkena PHK mencapai 241.431
orang dari 41.236 perusahaan.
Banyaknya masyarakat yang terkena dampak
pandemi covid 19 membuat angka pengangguran semakin bertambah. Di desa Jetak
kidul sendiri banyak pedagang dan karyawan yang sudah tidak bekerja. Sebagian
dari mereka adalah pedagang cendol yang merantau di Jakarta yang sekarang sudah
pulang kampung. Selain itu beberapa konveksi juga berhenti beroperasi dan pekerjanya
sekarang hanya dirumah saja.
Perlu adanya solusi yang tepat terkait dampak
pandemi covid 19 ini. Ada beberapa usaha dan pekerjaan yang dapat dilakukan dirumah
sesuai dengan anjuran work from home dari pemerintah, diantaranya
adalah berbisnis online, menjahit masker kain dan membuat perban medis. Selain
mematuhi aturan pemerintah dengan melakukan kegiatan dirumah, mereka juga
mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berbisnis online merupakan suatu kegiatan bisnis
dengan menggunakan media internet sebagai media pemasaran suatu produk atau
jasa. Perangkat yang digunakan tidak harus dengan komputer atau laptop, kita
bisa memanfaatkan smartphone. Selain praktis
data yang digunakan juga sedikit. Kegiatan berbisnis online ini sangat fleksibel, dapat dijalankan sambil
mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus anak dan melakukan hal-hal lainnya.
Selain fleksibel waktunya kerjanya pun tidak ditentukan, sesuai dengan
keinginan.
Memulai bisnis online sangatlah mudah,
yang diperlukan adalah ketelatenan dan kesabaran dalam melayani pembeli. Pertama
tentukan produk yang akan dijual. Cari tahu apa yang sedang dibutuhkan atau
disukai orang, misalkan di saat pandemi covid 19 seperti sekarang masyarakat
sangat membutuhkan masker sebagai alat pelindung diri. Hal ini dapat menjadi
peluang untuk menyediakan kebutuhan masker bagi mereka.
Pandemi covid 19 terjadi bertepatan
dengan bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri, dimana masyarakat yang biasa
menunaikan ibadah shalat tarawih dan shalat Ied dihimbau untuk beribadah di
rumah. Namun sebagian dari mereka ada yang tetap sholat tarawih di masjid
maupun mushola terdekat dengan mematuhi berbagai kebijakan yang telah dibuat. Sebagian
dari mereka mempersiapkan hari raya idul fitri dengan membeli alat sholat dan
pakaian. Hal ini menjadi peluang untuk dapat menjual pakaian dan alat sholat
yang mereka butuhkan.
Setelah menentukan produk yang akan
dijual, selanjutnya adalah membuat media penyampaian sebagai tempat untuk
menjual dan mempromosikan produk. Ada beberapa macam media penyampaian diantaranya
adalah website, blog, media sosial seperti toko pedia dan lain-lain. Hal yang
harus dilakukan adalah memposting produk yang akan dijual dengan keterangan
yang lengkap dan menarik.
Selain menentukan produk dan membuat
media penyampaian, penjual juga harus menetukan bagaimana transaksi yang akan
dilakukan. Umumnya ada dua cara yaitu COD (Cash
On Delivery) dan transfer antar bank yang nantinya produk akan dikirim
memalui ekspedisi yang sudah ditentukan. Apabila menggunakan sistem cod penjual
harus tetap mematuhi anjuran jaga jarak dengan pembeli dan mencuci tangan
dengan sabun setelah melakukan transaksi.
Pekerjaan yang dapat dilakukan dirumah
selanjutnya adalah menjahit masker kain. Pemerintah menghimbau masyarakat agar
menggunakan masker kain saat keluar rumah karena dapat menangkal virus corona
hingga 70%.[22]
Setelah dipakai masker harus selalu dicuci dengan air hangat dan di jemur agar
dapat dipakai lagi. Dengan adanya himbauan ini membuat peluang bisnis penjahit
masker kain semakin besar. Mereka dapat memproduksi masker rumahan maupun
mempekerjakan karyawan dikonveksi yang sebelumnya berhenti beroperasi.
Di Jetak Kidul sendiri ada beberapa
penjahit yang beralih menjahit masker. Sebelumnya mereka menjahit batik, daster
dan jeans. Setelah banyak koveksi yang berhenti beroperasi mereka melihat
peluang baru yang dapat mereka jalankan. Selain para penjahit bisa bekerja dan
memenuhi kebutuhan selama pandemi covid 19, mereka juga dapat memenuhi
kebutuhan masker masyarakat. Setelah masker kain diproduksi mereka dapat
langsung menjual ke masyarakat sekitar secara langsung maupun melalui media
online.
Selain menjahit masker dan berbisnis
online, membuat perban medis juga dapat dilakukan dari rumah. Di desa Jetak
Kidul ada beberapa warga yang sehari-harinya membuat perban medis untuk luka.
Perban ini terbuat dari kain kasa yang dibentuk sesuai dengan ketentuan yang
kemudian dikemas sedemikian rupa. Biasanya perban ini dikirim ke berbagai rumah
sakit dan apotek di kota-kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta.
C. KESIMPULAN
Wabah COVID-19 mudah menular dengan
sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk
Indonesia. Hal ini mengakibatkan pemerintah memberlakukan kebijakan
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.
Selain itu pemerintah juga menganjurkan semua aktivitas dilakukan dari rumah
seperti bekerja, belajar dan beribadah. Dengan adanya kebijakan ini banyak
perusahaan memberlakukan work from home kepada
karyawannya. Bahkan ada bebarapa karyawan di PHK dan dirumahkan sampai waktu
yang belum ditentukan. Selain itu pedagang juga terkena imbas pandemi wabah
covid 19 ini, mereka tidak dapat berjualan karena sekolah dan instansi lain
yang biasa mereka tempati untuk berjualan memberlakukan himbauan pemerintah.
Solusi
dari banyaknya mereka yang kehilangan penghasilan baik karena sudah tidak
dipekerjakan ataupun mereka yang tidak berdagang karena pandemi covid 19 ini
adalah dengan memulai atau melakukan bisnis online. Bisnis ini bisa
dijalankan dari rumah, sehingga mereka tetap mendapatkan penghasilan. Selain
bisnis online, memanfaatkan keterampilan seperti menjahit juga bisa
dilakukan ditengah himbauan work from home. Jenis produk yang dijahit
menyesuaikan kebutuhan saat ini yaitu masker, sehingga dapat dipasarkan saat
itu juga. Jangkauan yang dicakup juga tidak perlu jauh keluar kota, cukup
disekitar Pekalongan saja. Keterampilan lain yang mudah dan bisa dilakukan dari
rumah adalah membuat perban medis. Pekerjaan ini mudah dilakukan dan tidak
memerlukan keahlian.
D. DAFTAR PUSTAKA
Aji,
Sunan Purwa, Hari Mulyadi, And Bambang Widjajanta. “Keterampilan Wirausaha
Untuk Keberhasilan Usaha.” Journal Of Business Management Education (Jbme)
3, No. 3 (December 11, 2018): 111–122.
Hadiyati,
Ernani. “Kreativitas Dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha
Kecil.” Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan 13, No. 1 (September 30,
2011): 8–16.
Irawati, S.
Anugrahini, And Bambang Sudarsono. “Analisa Faktor-Faktor Yang Memotivasi
Perempuan Berwirausaha Melalui Bisnis Online (Studi Kasus Pada Ibu Muda Di
Kecamatan Bangkalan).” Jurnal Distribusi 6, No. 2 (May 12, 2018): 1–14.
Pio, Riane
Johnly. “Pemberdayaan Kapasitas Kewirausahaan Kelompok Usaha Kecil.” Journal
Of Business Studies 2, No. 1 (2017): 39–47.
Rusdiana, A. Kewirausahaan:
Teori Dan Praktek. Bandung: Pustaka Setia, 2018.
Saragih, Rintan.
“Membangun Usaha Kreatif, Inovatif Dan Bermanfaat Melalui Penerapan
Kewirausahaan Sosial” 3 No. 2 (Desember 2017).
Sukirman,
Sukirman. “Jiwa Kewirausahaan Dan Nilai Kewirausahaan Meningkatkan Kemandirian
Usaha Melalui Perilaku Kewirausahaan.” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis 20, No.
1 (April 29, 2017): 113–131.
Timothi, James. Membangun
Bisnis Online. Elex Media Komputindo, 2013.
“Bekerja Dari
Rumah (Work From Home) Dari Sudut Pandang Unit Kepatuhan Internal.” Accessed
April 29, 2020. Https://Www.Djkn.Kemenkeu.Go.Id/Artikel/Baca/13014/Bekerja-Dari-Rumah-Work-From-Home-Dari-Sudut-Pandang-Unit-Kepatuhan-Internal.Html.
“[Full]
Penjelasan Masker Kain 70 Persen Bisa Tangkal Virus Corona.” Kompas.Tv.
Accessed May 2, 2020. Https://Www.Kompas.Tv/Article/74668/Full-Penjelasan-Masker-Kain-70-Persen-Bisa-Tangkal-Virus-Corona.
[2] Ernani
Hadiyati, “Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha
Kecil,” Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 13, no. 1 (September 30,
2011): 10.
[3] Ernani
Hadiyati, “Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha
Kecil,” Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 13, no. 1 (September 30,
2011): 10.
[6] Sukirman
Sukirman, “Jiwa Kewirausahaan Dan Nilai Kewirausahaan Meningkatkan Kemandirian
Usaha Melalui Perilaku Kewirausahaan,” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis 20, No.
1 (April 29, 2017): 116–117.
[7] Rintan
Saragih, “Membangun Usaha Kreatif, Inovatif Dan Bermanfaat Melalui Penerapan
Kewirausahaan Sosial” 3 No. 2 (Desember 2017): 27.
[8] Sunan
Purwa Aji, Hari Mulyadi, And Bambang Widjajanta, “Keterampilan Wirausaha Untuk
Keberhasilan Usaha,” Journal Of Business Management Education (Jbme) 3,
No. 3 (December 11, 2018): 113.
[9] Riane
Johnly Pio, “Pemberdayaan Kapasitas Kewirausahaan Kelompok Usaha Kecil,” Journal
Of Business Studies 2, No. 1 (2017): 39–47.
[14] Sunan
Purwa Aji, Hari Mulyadi, And Bambang Widjajanta, “Keterampilan....December 11,
2018): 118.
[15] Sunan
Purwa Aji, Hari Mulyadi, And Bambang Widjajanta, “Keterampilan....December 11,
2018): 118.
[16] Sunan
Purwa Aji, Hari Mulyadi, And Bambang Widjajanta, “Keterampilan....December 11,
2018): 118.
[18] S.
Anugrahini Irawati And Bambang Sudarsono, “Analisa Faktor-Faktor Yang
Memotivasi Perempuan Berwirausaha Melalui Bisnis Online (Studi Kasus Pada Ibu
Muda Di Kecamatan Bangkalan),” Jurnal Distribusi 6, No. 2 (May 12,
2018):7.
[20] S.
Anugrahini Irawati And Bambang Sudarsono, “Analisa ... Jurnal Distribusi 6, No. 2 (May 12,
2018): 7.
[21] “Bekerja
Dari Rumah (Work From Home) Dari Sudut Pandang Unit Kepatuhan Internal,”
Accessed April 29, 2020,
Https://Www.Djkn.Kemenkeu.Go.Id/Artikel/Baca/13014/Bekerja-Dari-Rumah-Work-From-Home-Dari-Sudut-Pandang-Unit-Kepatuhan-Internal.Html.
[22] “[Full]
Penjelasan Masker Kain 70 Persen Bisa Tangkal Virus Corona,” Kompas.Tv,
Accessed May 2, 2020,
Https://Www.Kompas.Tv/Article/74668/Full-Penjelasan-Masker-Kain-70-Persen-Bisa-Tangkal-Virus-Corona.
Saya scroll kebawah, saya komen, saya lanjut membaca. 👌🏿
BalasHapusBagus👍
BalasHapus