MENCIPTAKAN KETERAMPILAN BERUSAHA DITENGAH PANDEMI COVID 19



MENCIPTAKAN KETERAMPILAN BERUSAHA
DITENGAH PANDEMI COVID 19

Ikrimatul Khusna
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan

ABSTRAK
Pandemi covid 19 tengah melanda Indonesia. Dengan adanya pandemi covid 19 banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan sebagain dari mereka dianjurkan untuk bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Untuk menyikapi hal ini perlu adanya kesadaran dari masyarakat agar tetap produktif dengan menjalakan berbagai kegiatan yang bisa dilakukan dari rumah, seperti berbisnis online, membuat masker kain dan berbagai pekerjaan yang mengutaman keterampilan. Disamping mendapatkan penghasilan, mereka juga dapat mengembangkan keterampilan yang mereka miliki, serta memenuhi kebutuhan yang diperlukan masyarakat.
Kata kunci: Work From Home, bisnis online, keterampilan

A.  PENDAHULUAN
Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan/atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Menurut Zimmerer (dalam Rusdiana)[1] Kewirausahaan adalah proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha. Seorang wirausahawan harus memiliki ide-ide baru yang dihasilkan dari suatu kreativitas. Kreativitas inilah yang akan membawa wirausahawan untuk berinovasi terhadap usahanya.[2]
Kreativitas merupakan inisiatif terhadap suatu produk atau proses yang bermanfaat, benar, tepat, dan bernilai terhadap suatu tugas yang lebih bersifat heuristic yaitu sesuatu yang merupakan pedoman, petunjuk, atau panduan yang tidak lengkap yang akan menuntun kita untuk mengerti, mempelajari, atau menemukan sesuatu yang baru. Atribut orang yang kreatif diantaranya : terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, toleransi terhadap sesuatu yang tidak jelas, independen dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak, memerlukan dan mengasumsikan otonomi, percaya diri, tidak menjadi subjek dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan, gigih, sensitif terhadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk men-generik ide-ide yang banyak, fleksibel keaslian, responsif terhadap perasaan, terbuka terhadap fenomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal, berpikir dalam imajinasi, selektif. [3]
A. Roe dalam Frinces (dalam Ernani Hadiyati) [4] menyatakan bahwa syarat-syarat orang yang kreatif yaitu:
1.    Keterbukaan terhadap pengalaman (openness to experience)
2.    Pengamatan melihat dengan cara yang biasa dilakukan (observanvce seeing things in unusual ways).
3.    Keinginan (curiosity) Toleransi terhadap ambiguitas (tolerance of apporites)
4.    Kemandirian dalam penilaian, pikiran dan tindakan (independence in judgement, thought and action)
5.    Memerlukan dan menerima otonomi (needing and assuming autonomy)
6.    Kepercayaan terhadap diri sendiri (self-reliance)
7.    Tidak sedang tunduk pada pengawasan kelompok (not being subject to group standart and control).
8.    Ketersediaan untuk mengambil resiko yang diperhitungakan (willing to take calculated risks).


B.  HASIL DAN ANALISIS
Kewirausahaan
Dari segi etimologi, kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha­. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani, dan berwatak agung.­ Adapun usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu­ Dengan demikian, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya.[5]
Suryana (dalam Sukirman)[6] menyatakan bahwa Kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Proses kreatif hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kepribadian kreatif dan inovatif, yaitu orang yang memiliki jiwa, sikap, dan perilaku
kewirausahaan, dengan ciri-ciri: penuh percaya diri, indikatornya adalah penuh
keyakinan, optimis, berkomitmen, disiplin, bertanggung jawab; memiliki inisiatif,
indikatornya adalah penuh energi, cekatan dalam bertindak, dan aktif; memiliki motif
berprestasi, indikatornya terdiri atas orientasi pada hasil dan wawasan ke depan;
memiliki jiwa kepemimpinan, indikatornya adalah berani tampil beda, dapat dipercaya, dan tangguh dalam bertindak; berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan.
Thomas W. Zimmerer (dalam Rintan Saragih)[7] mengungkapkan bahwa kewirausahaan merupakan proses penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan mencari peluang yang dihadapi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya peluang.
Menurut Guido Corbetta (dalam Sunan Purwa Aji dkk)[8] kewirausahaan adalah tentang mengantisipasi pasar dengan tepat. Jika pengusaha berhasil dalam mengantisipasi pasar, dia akan dapat menghasilkan produk lebih murah dari pada pesaing dan mendapatkan keuntungan dengan menjadi berguna dan bermanfaat bagi pelanggan, maka semakin banyak keuntungan yang akan didapat. Kewirausahaan terutama ditandai oleh ketidakpastian, situasi yang tidak terkendali dan tidak dapat dinilai dalam hal probabilitas. Keuntungan yang diperoleh pengusaha adalah imbalan atas pengambilan risikonya dalam kondisi ketidakpastian. Kewirausahaan adalah kekuatan untuk berinovasi, kohesif, dan berimbang yang dampaknya ekonomi pasar dapat terus berjalan.
Meridith, Nelson dan Neek (dalam Riane Johnly Pio)[9] Wirausaha itu merupakan individu-individu yang berorientasi pada tindakan, dan bermotivasi tinggi yang mengambil resiko dalam mengejar tujuannya. Ciri-ciri mereka adalah: 1) Percaya diri; 2) Berorientasi tugas dan hasil; 3) Pengambil resiko; 4) Kepemimpinan yang kuat; 5) Keorisinilan; 6) Berorientasi ke masa depan. Di dalam masyarakat terdapat berbagai macam karakter individu, dan tidak dapat dipungkiri di antara individu-individu yang ada di masyarakat memiliki ciri-ciri wirausaha seperti inovatif, berani mengambil resiko dan proaktif.
Menurut Siswoyo (dalam Sukirman)[10] Pengembangan usaha kecil yang tangguh dan mandiri dengan tujuan mempermudah, memperlancar dan memperluas akses usaha kecil kepada sumberdaya produktif agar mampu memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensi terhadap sumberdaya lokal serta menyesuaikan skala usaha sesuai dengan tuntutan efisiensi. Pengembangan usaha kecil dibangun dengan melalui pengembangan pendukung jasa pengembangan usaha yang terjangkau, semakin tersebar dan bermutu untuk meningkatkan akses usaha kecil terhadap pasar, dan sumberdaya produktif. Akibatnya usaha kecil lebih banyak muncul karena kemandirian dalam menjalankan usaha, walaupun masih terjadi beberapa kegagalan karena belum memiliki kemampuan dalam menyelenggarakan kegiatan bisnis. [11]
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur per modalan operasinya, serta memasarkannya.[12] Secara umum, wirausaha memiliki dua peran, yaitu penemu (inovator) dan perencana (planner)­ Sebagai penemu, wirausaha menemukan dan menciptakan produk, teknologi dan cara, ide-ide, dan organisasi usaha Adapun sebagai perencana, wirausaha berperan merancang usaha, merencanakan strategi perusahaan, merencanakan ide-ide dan peluang dalam perusahaan, serta menciptakan organisasi perusahaan baru.[13]

Keterampilan
Keterampilan berasal dari kata terampil yang berarti cakap, mampu, dan cekatan. Menurut Iverson (dalam Sunan Purwa Aji dkk)[14] mengatakan keterampilan membutuhkan pelatihan dan kemampuan dasar yang dimiliki setiap orang dapat lebih membantu menghasikan sesuatu yang lebih bernilai dengan lebih cepat.
Z. Heflin Frinces mengatakan (dalam Sunan Purwa Aji dkk) [15] bahwa keterampilan usaha hal-hal yang berkaitan untuk menciptakan atau inovasi bisnis, menumbuh kembangkan unit usaha yang sudah berjalan, dan melakukan penyehatan untuk usaha yang mengalami krisis. Robbins (dalam Sunan Purwa Aji dkk) [16] berpendapat bahwa keterampilan dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:
1.    Basic Literacy Skill, keahlian dasar yang sudah pasti harus dimiliki oleh setiap orang seperti membaca, menulis, berhitung serta mendengarkan.
2.    Technical Skill, keahlian secara teknis yang didapat melalui pembelajaran dalam bidang teknik seperti mengoperasikan kompter dan alat digital lainnya.
3.    Interpersonal Skill, keahlian setiap orang dalam melakukan komunikasi satu sama lain seperti mendengarkan seseorang, memberi pendapat dan bekerja secara tim.
4.    Problem Solving, keahlian seseorang dalam memecahkan masalah dengan menggunakan logika atau perasaanya.

Bisnis online
Bisnis online merupakan bisnis dengan menggunakan media internet sebagai media pemasaran suatu produk atau jasa. Produk yang dipasarkan berupa produk barang, produ digital dan jasa. Contoh produk barang diantaranya pakaian, makanan , elektronik dan lain-lain. Sedangkan untuk produk digital adalah e-book, video, audio dan software. Untuk jenis jasa dapat berupa desain grafis, jasa pemasangan iklan, jasa penerjemah dan lain sebagainya.[17]
Darmawan (dalam Irawati)[18] menyatakan bahwa bisnis online merupakan sebagai “sesuatu aktifitas bisnis yang sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan melalui media internet” apapun jenis bisnisnya  mulai dari menjual hasil bumi hingga mobil. Dengan kata lain meski kita hanya seorang marketing dari sebuah perusahaan dan melakukan aktifitas marketing melalui media internet, bisa disebut sebagai pelaku bisnis online. Bahkan, jika kita memiliki kemampuan memasarkan di internet, sangat terbuka kesempatan luas untuk dapat membantu memasarkan produk-produk orang lain baik perorangan maupun perusahaan-perusahaan dengan pendapatan yang menggiurkan. [19]
Bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencari keuntungan baik dalam jumlah beras maupun kecil. Bisnis juga diartikan sebagai suatu usaha atau aktivitas/kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok maupun individual untuk mendapatkan laba dengan cara memproduksi produk maupun jasanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Jadi kesimpulannya bisnis Online adalah sebuah usaha untuk memutar uang demi mendapatkan keuntungan melalui internet. Maka syarat utama untuk berbisnis online adalah koneksi internet, dan modal adalah syarat nomor sekian. Artinya bisnis online tidak membutuhkan modal yang besar kecuali perangkat internet sebagai pendukungnya. [20]

Usaha di tengah pandemi covid 19
Wabah Corona Virus Disease 2019 atau biasa disebut dengan COVID-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia. Hal ini mengakibatkan pemerintah memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Selain itu pemerintah juga menganjurkan semua aktivitas dilakukan dari rumah seperti bekerja, belajar dan beribadah.
Di indonesia sendiri banyak perusahaan memberlakukan work from home kepada sebagian karyawannya. Work from home adalah suatu istilah bekerja dari jarak jauh, lebih tepatnya bekerja dari rumah.  Jadi pekerja tidak perlu datang ke kantor tatap muka dengan para pekerja lainnya. Dalam pelaksanaanya work fom home memiliki kekurangan dan kelebihan yang dirasakan oleh perusahaan maupun karyawan. Kelebihannya adalah lebih fleksibel, lebih dekat dengan keluarga, terhindar dari gangguan lingkungan kerja dan produktifitas meningkat. Selain itu kekurangan dari work from home ini adalah sering terjadinya miskomunikasi, sulit memonitoring pekerja dan masalah keamanan data. [21]
Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah membuat para pengusaha dan pedagang mengalami penurunan penghasilan, bahkan sebagian dari mereka ada yang berhenti mengoperasikan usahanya. Salah satu pengusaha yang paling merasakan dampaknya adalah pengusaha konveksi. Banyak konveksi yang berhenti beroperasi karena barang yang mereka produksi tidak dapat dipasarkan. Biasanya mereka memasarkan ke berbagai kota seperti Jakarta, Solo, Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya.
Selain pengusaha konveksi, pedagang juga ikut merasakan dampak PSBB dan work from home. Dengan adanya himbauan kerja dari rumah dan belajar dari rumah membuat para pedagang tidak bisa berjualan di sekolah maupun instansi yang biasa mereka  tempati. Para pedagang yang merantau memilih pulang ke kampung halaman karena tidak mendapatkan penghasilan dan jika masih tetap di kota mereka takut tidak dapat memenuhi kebutuhan. Belum lagi untuk membayar tempat sewa dan kontrakan yang mereka tempati.
Dampak PSBB ini juga dirasakan para karyawan, banyak dari mereka yang di PHK dan dirumahkan sementara sampai waktu yang belum ditentukan. Berdasarkan data Kemenaker per 20 April 2020, terdapat 2.084.593 pekerja dari 116.370 perusahaan dirumahkan dan kena PHK akibat terimbas pandemi corona ini. Adapun rinciannya, sektor formal 1.304.777 pekerja dirumahkan dari 43.690 perusahaan. Sementara yang terkena PHK mencapai 241.431 orang dari 41.236 perusahaan.
Banyaknya masyarakat yang terkena dampak pandemi covid 19 membuat angka pengangguran semakin bertambah. Di desa Jetak kidul sendiri banyak pedagang dan karyawan yang sudah tidak bekerja. Sebagian dari mereka adalah pedagang cendol yang merantau di Jakarta yang sekarang sudah pulang kampung. Selain itu beberapa konveksi juga berhenti beroperasi dan pekerjanya sekarang hanya dirumah saja.
Perlu adanya solusi yang tepat terkait dampak pandemi covid 19 ini. Ada beberapa usaha dan pekerjaan yang dapat dilakukan dirumah sesuai dengan anjuran work from home dari pemerintah, diantaranya adalah berbisnis online, menjahit masker kain dan membuat perban medis. Selain mematuhi aturan pemerintah dengan melakukan kegiatan dirumah, mereka juga mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berbisnis online merupakan suatu kegiatan bisnis dengan menggunakan media internet sebagai media pemasaran suatu produk atau jasa. Perangkat yang digunakan tidak harus dengan komputer atau laptop, kita bisa memanfaatkan smartphone. Selain praktis data yang digunakan juga sedikit. Kegiatan berbisnis online ini sangat fleksibel, dapat dijalankan sambil mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus anak dan melakukan hal-hal lainnya. Selain  fleksibel waktunya kerjanya pun tidak ditentukan, sesuai dengan keinginan.
Memulai bisnis online sangatlah mudah, yang diperlukan adalah ketelatenan dan kesabaran dalam melayani pembeli. Pertama tentukan produk yang akan dijual. Cari tahu apa yang sedang dibutuhkan atau disukai orang, misalkan di saat pandemi covid 19 seperti sekarang masyarakat sangat membutuhkan masker sebagai alat pelindung diri. Hal ini dapat menjadi peluang untuk menyediakan kebutuhan masker bagi mereka.
Pandemi covid 19 terjadi bertepatan dengan bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri, dimana masyarakat yang biasa menunaikan ibadah shalat tarawih dan shalat Ied dihimbau untuk beribadah di rumah. Namun sebagian dari mereka ada yang tetap sholat tarawih di masjid maupun mushola terdekat dengan mematuhi berbagai kebijakan yang telah dibuat. Sebagian dari mereka mempersiapkan hari raya idul fitri dengan membeli alat sholat dan pakaian. Hal ini menjadi peluang untuk dapat menjual pakaian dan alat sholat yang mereka butuhkan.
Setelah menentukan produk yang akan dijual, selanjutnya adalah membuat media penyampaian sebagai tempat untuk menjual dan mempromosikan produk. Ada beberapa macam media penyampaian diantaranya adalah website, blog, media sosial seperti toko pedia dan lain-lain. Hal yang harus dilakukan adalah memposting produk yang akan dijual dengan keterangan yang lengkap dan menarik.
Selain menentukan produk dan membuat media penyampaian, penjual juga harus menetukan bagaimana transaksi yang akan dilakukan. Umumnya ada dua cara yaitu COD (Cash On Delivery) dan transfer antar bank yang nantinya produk akan dikirim memalui ekspedisi yang sudah ditentukan. Apabila menggunakan sistem cod penjual harus tetap mematuhi anjuran jaga jarak dengan pembeli dan mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan transaksi.
Pekerjaan yang dapat dilakukan dirumah selanjutnya adalah menjahit masker kain. Pemerintah menghimbau masyarakat agar menggunakan masker kain saat keluar rumah karena dapat menangkal virus corona hingga 70%.[22] Setelah dipakai masker harus selalu dicuci dengan air hangat dan di jemur agar dapat dipakai lagi. Dengan adanya himbauan ini membuat peluang bisnis penjahit masker kain semakin besar. Mereka dapat memproduksi masker rumahan maupun mempekerjakan karyawan dikonveksi yang sebelumnya berhenti beroperasi.
Di Jetak Kidul sendiri ada beberapa penjahit yang beralih menjahit masker. Sebelumnya mereka menjahit batik, daster dan jeans. Setelah banyak koveksi yang berhenti beroperasi mereka melihat peluang baru yang dapat mereka jalankan. Selain para penjahit bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan selama pandemi covid 19, mereka juga dapat memenuhi kebutuhan masker masyarakat. Setelah masker kain diproduksi mereka dapat langsung menjual ke masyarakat sekitar secara langsung maupun melalui media online.
Selain menjahit masker dan berbisnis online, membuat perban medis juga dapat dilakukan dari rumah. Di desa Jetak Kidul ada beberapa warga yang sehari-harinya membuat perban medis untuk luka. Perban ini terbuat dari kain kasa yang dibentuk sesuai dengan ketentuan yang kemudian dikemas sedemikian rupa. Biasanya perban ini dikirim ke berbagai rumah sakit dan apotek di kota-kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta. 

C.  KESIMPULAN
Wabah COVID-19 mudah menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia. Hal ini mengakibatkan pemerintah memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Selain itu pemerintah juga menganjurkan semua aktivitas dilakukan dari rumah seperti bekerja, belajar dan beribadah. Dengan adanya kebijakan ini banyak perusahaan memberlakukan work from home kepada karyawannya. Bahkan ada bebarapa karyawan di PHK dan dirumahkan sampai waktu yang belum ditentukan. Selain itu pedagang juga terkena imbas pandemi wabah covid 19 ini, mereka tidak dapat berjualan karena sekolah dan instansi lain yang biasa mereka tempati untuk berjualan memberlakukan himbauan pemerintah.
Solusi dari banyaknya mereka yang kehilangan penghasilan baik karena sudah tidak dipekerjakan ataupun mereka yang tidak berdagang karena pandemi covid 19 ini adalah dengan memulai atau melakukan bisnis online. Bisnis ini bisa dijalankan dari rumah, sehingga mereka tetap mendapatkan penghasilan. Selain bisnis online, memanfaatkan keterampilan seperti menjahit juga bisa dilakukan ditengah himbauan work from home. Jenis produk yang dijahit menyesuaikan kebutuhan saat ini yaitu masker, sehingga dapat dipasarkan saat itu juga. Jangkauan yang dicakup juga tidak perlu jauh keluar kota, cukup disekitar Pekalongan saja. Keterampilan lain yang mudah dan bisa dilakukan dari rumah adalah membuat perban medis. Pekerjaan ini mudah dilakukan dan tidak memerlukan keahlian.



D.  DAFTAR PUSTAKA
Aji, Sunan Purwa, Hari Mulyadi, And Bambang Widjajanta. “Keterampilan Wirausaha Untuk Keberhasilan Usaha.” Journal Of Business Management Education (Jbme) 3, No. 3 (December 11, 2018): 111–122.
Hadiyati, Ernani. “Kreativitas Dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil.” Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan 13, No. 1 (September 30, 2011): 8–16.
Irawati, S. Anugrahini, And Bambang Sudarsono. “Analisa Faktor-Faktor Yang Memotivasi Perempuan Berwirausaha Melalui Bisnis Online (Studi Kasus Pada Ibu Muda Di Kecamatan Bangkalan).” Jurnal Distribusi 6, No. 2 (May 12, 2018): 1–14.
Pio, Riane Johnly. “Pemberdayaan Kapasitas Kewirausahaan Kelompok Usaha Kecil.” Journal Of Business Studies 2, No. 1 (2017): 39–47.
Rusdiana, A. Kewirausahaan: Teori Dan Praktek. Bandung: Pustaka Setia, 2018.
Saragih, Rintan. “Membangun Usaha Kreatif, Inovatif Dan Bermanfaat Melalui Penerapan Kewirausahaan Sosial” 3 No. 2 (Desember 2017).
Sukirman, Sukirman. “Jiwa Kewirausahaan Dan Nilai Kewirausahaan Meningkatkan Kemandirian Usaha Melalui Perilaku Kewirausahaan.” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis 20, No. 1 (April 29, 2017): 113–131.
Timothi, James. Membangun Bisnis Online. Elex Media Komputindo, 2013.
“Bekerja Dari Rumah (Work From Home) Dari Sudut Pandang Unit Kepatuhan Internal.” Accessed April 29, 2020. Https://Www.Djkn.Kemenkeu.Go.Id/Artikel/Baca/13014/Bekerja-Dari-Rumah-Work-From-Home-Dari-Sudut-Pandang-Unit-Kepatuhan-Internal.Html.
“[Full] Penjelasan Masker Kain 70 Persen Bisa Tangkal Virus Corona.” Kompas.Tv. Accessed May 2, 2020. Https://Www.Kompas.Tv/Article/74668/Full-Penjelasan-Masker-Kain-70-Persen-Bisa-Tangkal-Virus-Corona.


[1] A. Rusdiana, Kewirausahaan: Teori Dan Praktek (Bandung: Pustaka Setia, 2018): 46.
[2] Ernani Hadiyati, “Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil,” Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 13, no. 1 (September 30, 2011): 10.
[3] Ernani Hadiyati, “Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil,” Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 13, no. 1 (September 30, 2011): 10.
[4] Ernani Hadiyati, “Kreativitas dan .... Kewirausahaan 13, no. 1 (September 30, 2011): 11.
[5] A. Rusdiana, Kewirausahaan: Teori Dan Praktek (Bandung: Pustaka Setia, 2018): 45 .
[6] Sukirman Sukirman, “Jiwa Kewirausahaan Dan Nilai Kewirausahaan Meningkatkan Kemandirian Usaha Melalui Perilaku Kewirausahaan,” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis 20, No. 1 (April 29, 2017): 116–117.
[7] Rintan Saragih, “Membangun Usaha Kreatif, Inovatif Dan Bermanfaat Melalui Penerapan Kewirausahaan Sosial” 3 No. 2 (Desember 2017): 27.
[8] Sunan Purwa Aji, Hari Mulyadi, And Bambang Widjajanta, “Keterampilan Wirausaha Untuk Keberhasilan Usaha,” Journal Of Business Management Education (Jbme) 3, No. 3 (December 11, 2018): 113.
[9] Riane Johnly Pio, “Pemberdayaan Kapasitas Kewirausahaan Kelompok Usaha Kecil,” Journal Of Business Studies 2, No. 1 (2017): 39–47.
[10] Sukirman Sukirman, “Jiwa Kewirausahaan... April 29, 2017): 117-118.
[11] Sukirman Sukirman, “Jiwa Kewirausahaan... April 29, 2017): 117.
[12] A. Rusdiana, Kewirausahaan: Teori Dan Praktek (Bandung: Pustaka Setia, 2018): 45.
[13] A. Rusdiana, Kewirausahaan: ....  Teori Dan Praktek (Bandung: Pustaka Setia, 2018): 50.
[14] Sunan Purwa Aji, Hari Mulyadi, And Bambang Widjajanta, “Keterampilan....December 11, 2018): 118.
[15] Sunan Purwa Aji, Hari Mulyadi, And Bambang Widjajanta, “Keterampilan....December 11, 2018): 118.
[16] Sunan Purwa Aji, Hari Mulyadi, And Bambang Widjajanta, “Keterampilan....December 11, 2018): 118.
[17] James Timothi, Membangun Bisnis Online (Elex Media Komputindo, 2013): 2.
[18] S. Anugrahini Irawati And Bambang Sudarsono, “Analisa Faktor-Faktor Yang Memotivasi Perempuan Berwirausaha Melalui Bisnis Online (Studi Kasus Pada Ibu Muda Di Kecamatan Bangkalan),” Jurnal Distribusi 6, No. 2 (May 12, 2018):7.
[19] S. Anugrahini Irawati .... Bangkalan),” Jurnal Distribusi 6, No. 2 (May 12, 2018):7.
[20] S. Anugrahini Irawati And Bambang Sudarsono, “Analisa ...  Jurnal Distribusi 6, No. 2 (May 12, 2018): 7.
[21] “Bekerja Dari Rumah (Work From Home) Dari Sudut Pandang Unit Kepatuhan Internal,” Accessed April 29, 2020, Https://Www.Djkn.Kemenkeu.Go.Id/Artikel/Baca/13014/Bekerja-Dari-Rumah-Work-From-Home-Dari-Sudut-Pandang-Unit-Kepatuhan-Internal.Html.
[22] “[Full] Penjelasan Masker Kain 70 Persen Bisa Tangkal Virus Corona,” Kompas.Tv, Accessed May 2, 2020, Https://Www.Kompas.Tv/Article/74668/Full-Penjelasan-Masker-Kain-70-Persen-Bisa-Tangkal-Virus-Corona.

Komentar

Posting Komentar